Selasa, 12 Agustus 2008

kala rintik hujan menjauh
kelabu awan hilang berganti
awan bergulung putih
pelangi tersenyum di sisi langit



kala bunga bermekaran
ronanya mewarnai hijau dedaunan
berseri menyambut pagi
semerbak dalam arom wangi



kala surya beranjak dari lelap
mengusir dingin kelam malam
hangat menyebar sepanjang selasar
membangkitkan semangat baru



namun kala tirai tersibak
membuka kedok sang penyair
masihkah seindah pelangi
masihkah seharum bunga peony
masihkah sehangat mentari



aku tlah jauh terperosok
jauh dalam lubang gelap
tanpa cahaya
terbiasalah aku akan gelap



hingga setitik cahaya itu muncul
kecil namun jelas terbaca
akankah ia berkenan mendekat
menarikku dari kelam
ataukah justru menjauh
mengacuhkan dan meninggalkanku

Tidak ada komentar: