Aq mulai yakin bahwa dirimu marah terhadapku. Atau bahkan benci.
Yah, q ga bisa berbuat apa, ga da pula yg bisa diulang atau diperbaiki.
Q hanya bisa minta maaf kepadamu, sungguh bukan maxudku membuatmu terluka untuk kesekian kalinya. Tak ada kehendakqu untuk mengabaikan uluran tanganmu. Maaf ...
Aq pun tak bisa memintamu untuk sekedar berteman denganku. Iya bukan? Bahkan kamu pun mulai bersikap menganggapku ada menjadi tiada...
Jumat, 2008 Agustus 22
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)

0 komentar:
Poskan Komentar